19 Mei 2012
Melihat tubuhmu yang ringkih, tersirat wajah kelelahan serta nafas yang tak beraturan, kau jatuhkan tubuhmu di kursi itu, kau pejamkan mata, tak lupa kau tanggalkan sesaat kacamatamu. Melihat dadamu naik turun menghela nafas seakan mencari-cari udara yang lama tak kau hirup. Kau lelah, aku tahu itu, hatiku nelangsa melihat keadaanmu yang seperti itu, :(
Tahukah kau, ingin rasanya aku menghampirimu, aku lepaskan tas dari bahumu yg kelelahan membawa beban kertas2 tebal itu seharian, sekedar memijat bahumu sebentar, berharap rasa lelah itu memudar. Aku ambilkan air untuk teguk demi teguk kau minum, sekedar menyuapimu sepotong biskuit yang sudah sengaja aku siapkan untukmu dari rumah. Sekedar mengusap-usap wajahmu yang basah akan keringat lelah selama perjalanan, sambil menatapmu dalam-dalam penuh cinta.
Tapi, kenyataannya yang kulakukan hanya diam, duduk memunggungimu tanpa kau pernah tahu hatiku sakit melihat keadaanmu seperti itu. Bertingkah seakan acuh tak acuh, dengan rela mengorbankan perasaanku hancur berkeping-keping karena tidak bisa melakukan apa yang ingin ku lakukan.
Apa daya kemarin malam aku hanya dapat mencuri-curi kesempatan sesekali melihat dirimu menahan jiwa yang kelelahan.
HY
200512


